Thursday, November 16, 2017

Makan Siang di Mie Kocok Kebun Jukut Bandung

Dari rangkaian itinerary yang saya buat selama berlibur di Bandung, ada satu bagian yang masih kosong, yaitu tempat makan siang setelah sampai di Bandung. Karena saya dan suami menggunakan moda transportasi kereta api dari Jakarta ke Bandung, maka pilihan makan siang kami adalah di sekitar Stasiun Kereta Api Bandung atau sekalian makan siang di hotel. Kebetulan kami sampai di kota Bandung pukul 12.10, pas banget dengan waktu makan siang.

Sampai beberapa hari sebelum keberangkatan, kami belum menemukan tempat yang pas untuk makan siang nanti. Hampir menyerah, kami pun sempat berencana untuk makan siang di Hoka Hoka Bento yang ada di dalam stasiun. Tapi masa sudah jauh-jauh ke Bandung makannya tetap di HokBen? Di Jakarta juga ada dan bahkan banyak gerainya di mana-mana. Beruntung mendekati hari liburan, suami dapat ide saat meeting dengan teman kantornya. Di meeting tersebut, salah satu rekannya menyebut Mie Kocok Kebun Jukut. Saat itu kami belum tahu lokasi Mie Kocok tersebut ada di mana. Dan ternyata, setelah kami cek google maps, lokasinya dekat dengan stasiun. Pas banget dengan yang kami harapkan.

Lokasi kedai mie bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 500 meter atau selama kurang lebih 20 menit jalan santai dari Stasiun Bandung. Sebenarnya jarak tersebut tidak terlalu jauh, dibandingkan jarak dari kantor ke Stasiun Karet atau Stasiun Sudirman yang pernah saya tempuh, yaitu lebih dari 1 km. Yang membuat jarak menuju mie kocok jadi terasa berat adalah barang bawaan kami dan kondisi perut kami yang pasti sudah lapar sekali setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam 20 menit dari Jakarta ke Bandung. Seperti biasa, saya browsing-browsing dulu tentang Mie Kocok Kebun Jukut ini. Dari hasil penelusuran, gambar yang di-post orang lain cukup menarik dan terlihat enak. Oke, patut dicoba nih...

Keluar dari area Stasiun Bandung, kami langsung menuju lokasi Mie Kocok dengan berbekal arahan dari Google Maps. Saat menelusuri jalan, suami teringat bahwa ternyata ia pernah lewat jalan tersebut sebelumnya. Sip… aman, kami ga akan tersesat seharusnya. Ingatan suami tentang rute jalan bisa dibilang cukup baik dibandingkan saya yang baca peta saja sulit.

Akhirnya kami pun tiba di lokasi Mie Kocok Kebun Jukut yang katanya paling enak sekota Bandung. Saat sampai di lokasi, kami agak heran karena tempatnya tidak sesuai bayangan kami. Kami kira tempat Mie Kocok Kebun Jukut ini berupa kedai mie dengan bangunan tetap, paling tidak warung kecil. Ternyata Mie Kocok ini dijual dalam gerobak abang-abang yang berada di depan ruko yang sepertinya sudah tidak terpakai. Kami sempat ragu apa benar ini mie kocok yang katanya paling enak di Bandung? Kok tempatnya seperti ini? Tempatnya ramai sekali dengan pengunjung sih dan tulisan di gerobaknya memang benar Mie Kocok Kebun Jukut. Jangan-jangan 100 meter ke depan ada banyak gerobak serupa bertuliskan  Mie Kocok Kebun Jukut? Saking ragunya, kami googling lagi dan menemukan gambar gerobak persis seperti yang di depan kami ini. Oke, sepertinya memang ini Mie Kocok legendaris yang kami cari.

Kami mendekat ke gerobak mie dan mencari tempat duduk. Pengunjungnya ramai sekali dan kursi terlihat penuh. Untungnya ada pengunjung yang sudah selesai makan dan kami bisa duduk bergantian. Selain gerobak Mie Kocok, di sebelahnya ada juga gerobak minuman dan gerobak buah. Setelah pesan Mie Kocok 2 porsi, kami pun memesan es jeruk 2 gelas. Sepertinya mie kocok dan es jeruk merupakan pasangan yang cocok untuk dinikmati di siang yang cukup terik. Sambil menunggu pesanan datang, seperti biasa saya observasi. Mata ke kiri dan ke kanan memperhatikan pengunjung yang datang. Rata-rata pengunjungnya turun dari mobil pribadi loh. Dan rata-rata mereka beserta rombongan keluarganya juga. Ada mobil plat B dan plat D juga. Makin penasaran sama rasa mie kocok ini.

Kedai Mie Kocok Kebun Jukut
Penampakan Kedai Mie Kocok Dari Posisi Saya Duduk

Akhirnya pesanan yang kami tunggu-tunggu datang juga. Tiup-tiup sedikit kuah mie yang masih panas, lalu makan… Dan rasanya memang enak... Sebenarnya saya bukan ahli pencicip kuliner, tapi masih bisa membedakan mana yang enak dan mana yang biasa saja. Kebetulan ini bukan pertama kalinya saya mencoba mie kocok. Sebelumnya saya juga pernah makan mie kocok di dekat lapangan Gasibu yang rasanya kurang enak, bahkan hampir membuat saya ogah untuk mencoba mie kocok lagi. Beruntung rasa Mie Kocok Kebun Jukut ini sungguh tidak mengecewakan. Makan siang kali ini, nikmat…

Mie Kocok Kebun Jukut bandung
Ini Dia Tampilan Mie Kocok Lengkap Dengan Kerupuk Persegi yang Khas

Entah apa yang berbeda dari kerupuk persegi pendamping mie kocok ini. Saya dan suami tanpa sadar masing-masing menghabiskan 3 kerupuk. Padahal biasanya kami jarang sekali makan kerupuk sebagai pendamping saat makan di luar. Mungkin karena bentuknya yang menarik? Biasanya kerupuk yang kami makan bentuknya bulat. Mungkin karena warna pink-nya yang menarik? Padahal biasanya kami suka parno dengan warna makanan yang terlalu mencolok. Atau mungkin karena suasananya yang mendukung untuk lahap menyantap mie bersama kerupuknya? Memang pengunjung yang lain juga terlihat bersemangat sekali menyantap mie bersapa kerupuk pink persegi ini.

Mie Kocok Kebun Jukut Bandung
Kerupuk dan Es Jeruk yang Kami Pesan

Tidak hanya kerupuknya yang berwarna pink, tapi plastik pembungkusnya juga berwarna biru terang. Sungguh kali ini saya mengesampingkan kekhawatiran saya akan warna makanan yang mencolok dan warna plastik pembungkusnya  yang juga mencolok. Semata-mata karena ingin merasakan menu satu ini secara lengkap beserta kerupuk pendampingnya. Tapi kok ya keterusan makan kerupuk pink-nya sampai 3 kerupuk.

Sedikit tips untuk yang mau berkunjung ke tempat makan ini:
  •  Usahakan untuk membawa barang seperlunya saja. Kemarin saya berkunjung bersama suami dengan masing-masing membawa 2 gembolan tas. Karena tempatnya sempit dan pengunjungnya ramai serta jumlah kursi bakso yang tersedia tidak banyak, terpaksa kami menaruh tas kami di bawah. Untungnya saat itu pijakannya kering, paling tidak tas kami tidak akan basah, hanya kena debu sedikit. Sempat khawatir juga tas yang kami bawa akan menyenggol pengunjung lain, atau bahkan gelas abang tukang minuman di sebelah.
  • Jangan lupa membawa tissue. Entah karena tissue sedang habis atau memang tidak disediakan, saat kami makan kemarin tidak tersedia tissue. Untungnya saya siap sedia tissue kering maupun basah di tas.


Mie Kocok Kebun Jukut ini memang patut dicoba. Bisa makan di tempat atau dibungkus juga dengan meminta kuahnya dipisah agar lebih nikmat saat disajikan di rumah. Dan ternyata Mie Kocok Kebun Jukut ini juga punya cabang loh di The Kiosk Braga City Walk. Saya sempat mampir untuk mencoba apakah rasanya sama atau berbeda dengan yang di Kebun Jukut. Dari segi rasa sebenarnya sama, hanya saja mungkin di The Kiosk abang mienya terlalu banyak memasukkan garam sehingga agak asin. Kalau dari suasana makan pastinya jauh  lebih nyaman di The Kiosk. Dari segi jumlah pengunjung, sepertinya tidak terlalu ramai pengunjung yang memesan Mie Kocok Kebun Jukut di The Kiosk. Mungkin karena saya datang saat jam makan siang dimana orang lebih memilih makanan dengan porsi berat. Dan memang di The Kiosk juga dijual pilihan makanan lain yang porsinya lebih berat.

Kalau berkunjung ke Bandung lagi, Mie Kocok ini mungkin banget untuk jadi list tempat makan yang akan saya kunjungi kembali.

Salam,
Nita

No comments:

Post a Comment