Dari rangkaian itinerary yang saya buat selama berlibur di
Bandung, ada satu bagian yang masih kosong, yaitu tempat makan siang setelah
sampai di Bandung. Karena saya dan suami menggunakan moda transportasi kereta
api dari Jakarta ke Bandung, maka pilihan makan siang kami adalah di sekitar Stasiun
Kereta Api Bandung atau sekalian makan siang di hotel. Kebetulan kami sampai di
kota Bandung pukul 12.10, pas banget dengan waktu makan siang.
Sampai beberapa hari sebelum keberangkatan, kami belum
menemukan tempat yang pas untuk makan siang nanti. Hampir menyerah, kami pun
sempat berencana untuk makan siang di Hoka Hoka Bento yang ada di dalam
stasiun. Tapi masa sudah jauh-jauh ke Bandung makannya tetap di HokBen? Di Jakarta
juga ada dan bahkan banyak gerainya di mana-mana. Beruntung mendekati hari
liburan, suami dapat ide saat meeting dengan teman kantornya. Di meeting
tersebut, salah satu rekannya menyebut Mie Kocok Kebun Jukut. Saat itu kami
belum tahu lokasi Mie Kocok tersebut ada di mana. Dan ternyata, setelah kami
cek google maps, lokasinya dekat dengan stasiun. Pas banget dengan yang kami harapkan.
Lokasi kedai mie bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 500
meter atau selama kurang lebih 20 menit jalan santai dari Stasiun Bandung.
Sebenarnya jarak tersebut tidak terlalu jauh, dibandingkan jarak dari kantor ke
Stasiun Karet atau Stasiun Sudirman yang pernah saya tempuh, yaitu lebih dari 1
km. Yang membuat jarak menuju mie kocok jadi terasa berat adalah barang bawaan
kami dan kondisi perut kami yang pasti sudah lapar sekali setelah menempuh
perjalanan kurang lebih 3 jam 20 menit dari Jakarta ke Bandung. Seperti biasa, saya
browsing-browsing dulu tentang Mie Kocok Kebun Jukut ini. Dari hasil
penelusuran, gambar yang di-post orang lain cukup menarik dan terlihat enak.
Oke, patut dicoba nih...
Keluar dari area Stasiun Bandung, kami langsung menuju
lokasi Mie Kocok dengan berbekal arahan dari Google Maps. Saat menelusuri
jalan, suami teringat bahwa ternyata ia pernah lewat jalan tersebut sebelumnya.
Sip… aman, kami ga akan tersesat seharusnya. Ingatan suami tentang rute jalan
bisa dibilang cukup baik dibandingkan saya yang baca peta saja sulit.
Akhirnya kami pun tiba di lokasi Mie Kocok Kebun Jukut yang
katanya paling enak sekota Bandung. Saat sampai di lokasi, kami agak heran
karena tempatnya tidak sesuai bayangan kami. Kami kira tempat Mie Kocok Kebun
Jukut ini berupa kedai mie dengan bangunan tetap, paling tidak warung kecil.
Ternyata Mie Kocok ini dijual dalam gerobak abang-abang yang berada di depan
ruko yang sepertinya sudah tidak terpakai. Kami sempat ragu apa benar ini mie
kocok yang katanya paling enak di Bandung? Kok tempatnya seperti ini? Tempatnya
ramai sekali dengan pengunjung sih dan tulisan di gerobaknya memang benar Mie
Kocok Kebun Jukut. Jangan-jangan 100 meter ke depan ada banyak gerobak serupa bertuliskan
Mie Kocok Kebun Jukut? Saking ragunya,
kami googling lagi dan menemukan gambar gerobak persis seperti yang di depan
kami ini. Oke, sepertinya memang ini Mie Kocok legendaris yang kami cari.
Kami mendekat ke gerobak mie dan mencari tempat duduk.
Pengunjungnya ramai sekali dan kursi terlihat penuh. Untungnya ada pengunjung
yang sudah selesai makan dan kami bisa duduk bergantian. Selain gerobak Mie
Kocok, di sebelahnya ada juga gerobak minuman dan gerobak buah. Setelah pesan
Mie Kocok 2 porsi, kami pun memesan es jeruk 2 gelas. Sepertinya mie kocok dan
es jeruk merupakan pasangan yang cocok untuk dinikmati di siang yang cukup terik.
Sambil menunggu pesanan datang, seperti biasa saya observasi. Mata ke kiri dan ke
kanan memperhatikan pengunjung yang datang. Rata-rata pengunjungnya turun dari
mobil pribadi loh. Dan rata-rata mereka beserta rombongan keluarganya juga. Ada mobil plat B
dan plat D juga. Makin penasaran sama rasa mie kocok ini.
Penampakan Kedai Mie
Kocok Dari Posisi Saya Duduk
Akhirnya pesanan yang kami tunggu-tunggu datang juga.
Tiup-tiup sedikit kuah mie yang masih panas, lalu makan… Dan rasanya memang enak...
Sebenarnya saya bukan ahli pencicip kuliner, tapi masih bisa membedakan mana
yang enak dan mana yang biasa saja. Kebetulan ini bukan pertama kalinya saya
mencoba mie kocok. Sebelumnya saya juga pernah makan mie kocok di dekat lapangan
Gasibu yang rasanya kurang enak, bahkan hampir membuat saya ogah untuk mencoba
mie kocok lagi. Beruntung rasa Mie Kocok Kebun Jukut ini sungguh tidak
mengecewakan. Makan siang kali ini, nikmat…
Ini Dia Tampilan Mie
Kocok Lengkap Dengan Kerupuk Persegi yang Khas
Entah apa yang berbeda dari kerupuk persegi pendamping mie
kocok ini. Saya dan suami tanpa sadar masing-masing menghabiskan 3 kerupuk.
Padahal biasanya kami jarang sekali makan kerupuk sebagai pendamping saat makan
di luar. Mungkin karena bentuknya yang menarik? Biasanya kerupuk yang kami
makan bentuknya bulat. Mungkin karena warna pink-nya yang menarik? Padahal
biasanya kami suka parno dengan warna makanan yang terlalu mencolok. Atau
mungkin karena suasananya yang mendukung untuk lahap menyantap mie bersama
kerupuknya? Memang pengunjung yang lain juga terlihat bersemangat sekali menyantap
mie bersapa kerupuk pink persegi ini.
Kerupuk dan Es Jeruk yang Kami Pesan
Tidak hanya kerupuknya yang berwarna pink, tapi plastik pembungkusnya
juga berwarna biru terang. Sungguh kali ini saya mengesampingkan kekhawatiran
saya akan warna makanan yang mencolok dan warna plastik pembungkusnya yang juga mencolok. Semata-mata karena ingin
merasakan menu satu ini secara lengkap beserta kerupuk pendampingnya. Tapi kok
ya keterusan makan kerupuk pink-nya sampai 3 kerupuk.
Sedikit tips untuk yang mau berkunjung ke tempat makan ini:
- Usahakan untuk membawa barang seperlunya saja. Kemarin saya berkunjung bersama suami dengan masing-masing membawa 2 gembolan tas. Karena tempatnya sempit dan pengunjungnya ramai serta jumlah kursi bakso yang tersedia tidak banyak, terpaksa kami menaruh tas kami di bawah. Untungnya saat itu pijakannya kering, paling tidak tas kami tidak akan basah, hanya kena debu sedikit. Sempat khawatir juga tas yang kami bawa akan menyenggol pengunjung lain, atau bahkan gelas abang tukang minuman di sebelah.
- Jangan lupa membawa tissue. Entah karena tissue sedang habis atau memang tidak disediakan, saat kami makan kemarin tidak tersedia tissue. Untungnya saya siap sedia tissue kering maupun basah di tas.
Mie Kocok Kebun Jukut ini memang patut dicoba. Bisa makan di
tempat atau dibungkus juga dengan meminta kuahnya dipisah agar lebih nikmat
saat disajikan di rumah. Dan ternyata Mie Kocok Kebun Jukut ini juga punya
cabang loh di The Kiosk Braga City Walk. Saya sempat mampir untuk mencoba apakah
rasanya sama atau berbeda dengan yang di Kebun Jukut. Dari segi rasa sebenarnya
sama, hanya saja mungkin di The Kiosk abang mienya terlalu banyak memasukkan garam
sehingga agak asin. Kalau dari suasana makan pastinya jauh lebih nyaman di The Kiosk. Dari segi jumlah
pengunjung, sepertinya tidak terlalu ramai pengunjung yang memesan Mie Kocok
Kebun Jukut di The Kiosk. Mungkin karena saya datang saat jam makan siang
dimana orang lebih memilih makanan dengan porsi berat. Dan memang di The Kiosk juga
dijual pilihan makanan lain yang porsinya lebih berat.
Kalau berkunjung ke Bandung lagi, Mie Kocok ini mungkin banget
untuk jadi list tempat makan yang akan saya kunjungi kembali.
Salam,
Nita



No comments:
Post a Comment