Tuesday, November 14, 2017

Ke Bandung Tanpa Kendaraan Pribadi

Halo.. ini adalah postingan pertama saya :)
Setelah lama berandai-andai, akhirnya saya memberanikan diri untuk buat blog (payah kan, mau buat blog aja harus pakai berandai-andai dan berani dulu?).

Di Bulan November, dalam rangka merayakan 1 tahun usia pernikahan, saya dan suami memutuskan untuk berlibur ke kota Bandung (Yeay!!).

Halaman depan hotel The Green Forest Resort & Wedding dilihat dari Lobby
The Green Forest Resort & Wedding

Kenapa Bandung?
  1. Lokasinya yang masih terjangkau dari Jakarta. Tidak perlu pesawat untuk mencapai lokasi Bandung. Tidak perlu pesawat artinya biaya transportasi yang lebih murah. Hore… hemat. Selain itu, tidak perlu cuti tambahan juga karena saya rasa cukup lah menginap 2 hari 1 malam saja. Maklum, saya ini fakir cuti karena jatah cuti tahunan sudah minus. Tidak hanya hemat biaya, tapi juga hemat cuti, makin mantap lah.
  2. Bisa dijangkau dengan kereta. Naik kereta artinya bebas macet dan bebas dari pegal-pegal karena nyetir di jalan macet. Agak trauma juga karena pernah kena macet dari Jakarta menuju Bandung dan keca macet juga saat jalan-jalan di dalam kota Bandungnya sendiri.
  3. Masih banyak resort/hotel, restaurant dan tempat wisata lainnya yang belum kami kunjungi yang membuat penasaran karena banyaknya testimoni menggoda dari orang sekitar. Sepertinya sudah sekian kali ke Bandung, tapi kok ya belum semua tempat kami pijak. Memang wisata Bandung ga ada habisnya ya.

Yang membuat liburan kali ini berbeda selain momen merayakan ulang tahun pernikahan adalah moda transportasi yang saya dan suami pakai. Biasanya kami bawa kendaraan pribadi untuk berlibur ke Bandung. Kali ini, kami mau coba berlibur ke Bandung tanpa bawa mobil pribadi.
Awalnya agak ragu untuk tidak membawa mobil pribadi karena takut nanti di Bandungnya sulit untuk cari kendaraan guna berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan juga takut ribet membawa barang bawaan yang tidak bisa ditaruh sesuka hati di dalam kendaraan pribadi.
Tapi rasa ragu tersebut luntur setelah dengar cerita teman yang beberapa hari sebelumnya ke Bandung menempuh lebih dari 6 jam perjalanan. Jangan sampai kemacetan mengacaukan suasana liburan kami nantinya.

Dengan membulatkan tekad, saya putuskan dari Jakarta ke Bandung naik kereta dan transportasi di Bandung menggunakan transportasi online. Bersyukur sekali sekarang sudah ada moda transportasi ini yang bisa memudahkan mobilisasi saya selama di Bandung.
Untuk pemesanan tiket kereta saya lakukan jauh-jauh hari. Tidak tanggung-tanggung, saya lakukan prmesanan 3 bulan sebelumnya. Memang saya orangnya parnoan, saya takut kehabisan tiket kereta karena biasanya kereta penuh saat Sabtu dan Minggu oleh pekerja yang bekerja di Jakarta tapi berdomisili di Bandung.

Oke, tiket pun saya pesan. Saya pesan tiket Argo Parahyangan dengan rute Gambir-Bandung dan Bandung-Jatinegara untuk kepulangannya.
Hari liburan pun tiba dan kami berangkat dari stasiun Gambir ke Stasiun Bandung. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam 20 menit kami sampai di Stasiun Bandung. Tujuan pertama setelah sampai adalah toilet. Ya..saya menahan buang air kecil sepanjang perjalanan karena malas memakai toilet kereta. Bayang-bayang toilet yang sempit dan bergoyang-goyang selama perjalanan sepertinya sudah cukup membuat saya sanggup menahan buang air kecil. Jujur saya tidak tahu wujud toilet kereta saat ini seperti apa dengan segala kemajuan dari PT KAI. Tetapi saya sudah bertekad, kalau ga kebelet banget, ga akan buang air di toilet kereta.

Setelah selesai dengan segala urusan pertoiletan, kami pun menuju tempat makan siang baru ke hotel.
Nah.. setelah makan siang, kami pesan transportasi online untuk menuju hotel kami di daerah Lembang. Inilah momen pembuktian dari segala kekhawatiran kami, yaitu mobilisasi selama di Bandung.
Dan ternyata.. transportasi online berupa mobil kami dapatkan dengan mudah. Syukurlah, ternyata tidak sesulit yang kami kira. Namun kekhawatiran kami belumlah sirna karena saat sore menjelang malam, kami berencana untuk makan malam di hotel lain dan sempat was-was juga apakah bisa dengan mudahnya mendapatkan transportasi online lagi di daerah kami menginap di Lembang.

Sore pun tiba dan tibalah saatnya memesan transportasi online dari hotel kami di Lembang ke arah Jl. Setia Budi. Ternyata… memesan transportasi online kali ini tidak semudah saat kami memesan dari pusat kota menuju hotel kami di Lembang :(
Kami lihat memang driver di sekitar hotel kami menginap sangat sedikit dan jaraknya cukup jauh, rata-rata lebih dari 10 menit. Sambil berharap cemas, kami pun mulai memikirkan rencana lain kalau-kalau kami gagal memesan transportasi online. Alternatif untuk makan malam di hotel tempat kami menginap pun sudah terbersit dalam pikiran. Duh, bisa gagal nih rencana dinner romantis kami. Hiks... 

Seperti restoran padang yang sabar menanti, setelah sekitar 30 menit memesan transportasi online, akhirnya ada juga driver yang mengambil pesanan kami. Thanks God… jadi nih dinner romantis :). 
Kami pun berhasil dinner romantis yang ga romantis-romantis amat karena memang kami orangnya kurang romantis :)
Kondisi harap-harap cemas menanti ambilan pesanan dari driver online ini kami alami hampir di setiap rencana perjalanan kami, baik rencana perjalanan dari hotel kami menginap ke tempat lain maupun arah sebaliknya untuk kembali ke hotel kami menginap lagi.

Terlepas dari segala kekhawatiran dalam memesan transportasi online, saya kira ke depannya mungkin akan semakin mudah untuk menggunakan moda transportasi online mobil di daerah wisata Bandung. Kemungkinan bertambah banyaknya wisatawan yang ga mau ribet macet seperti saya semoga juga akan seiring dengan bertambah banyaknya driver online. Amin..

Berikut tips dari saya selama liburan tanpa kendaraan pribadi di Bandung:

  •          Usahakan pesan tiket kereta jauh-jauh hari. Saya ulangi lagi, banyak pekerja yang mudik setiap akhir pekan. Ga mau kan rencana naik kereta batal karena kehabisan tiket? Mungkin pemesanan paling lambat 1 bulan atau 2 minggu sebelumnya sudah cukup. Ga perlu parno-parno amat seperti saya yang pesan 3 bulan sebelumnya. Ohiya, 3 bulan sebelum perjalanan adalah waktu paling jauh untuk kita bisa memesan tiket kereta. Untuk pemesanan lebih dari 3 bulan sebelumnya tidak bisa dilakukan. Kebayang kan seberapa parnonya saya, sampai saya set reminder di kalender ponsel untuk remind pemesanan tiket kereta 3 bulan sebelum rencana perjalanan.
  •          Untuk pemesanan transportasi online, ada baiknya melakukan pemesanan 30 menit sebelum jadwal keberangkatan kita. Hal ini untuk jaga-jaga kalau abang driver lama ambil orderan kita.
  •          Bawalah barang bawaan secukupnya. Karena tidak bawa mobil pribadi, maka kita tidak bisa seenaknya taruh barang di mobil dan melenggang ke tempat tujuan dengan barang seperlunya. Apa yang kamu bawa, ya itu yang kamu tenteng ke mana-mana :)

Ulasan tentang tempat saya menginap dan restoran apa yang saya kunjungi akan saya post di postingan berikutnya ya.. 

Salam,
Nita

3 comments: