Masih seputar berlibur di Bandung dalam rangka merayakan 1
tahun pernikahan, kali ini saya akan membahas hotel tempat saya menginap, The
Green Forest Resort & Wedding.
Setelah menentukan lokasi liburan, yaitu Bandung, selanjutnya saya melakukan pencarian hotel. Kriteria hotel yang saya cari sebagai berikut:
Setelah menentukan lokasi liburan, yaitu Bandung, selanjutnya saya melakukan pencarian hotel. Kriteria hotel yang saya cari sebagai berikut:
- Kriteria pertama adalah harga. Dari awal sudah berniat mau mencari penginapan yang harganya maksimal 1,5 juta rupiah.
- Untuk lokasi, saya ingin yang dingin dan bernuansa alam. Dan satu lagi, ingin menginap di hotel yang belum pernah saya dan suami datangi. Harapannya supaya dapat suasana baru dari lokasi yang memang belum pernah kami kunjungi sebelumnya.
- Hotel yang banyak diulas orang lain dan banyak fotonya sebagai gambaran suasana menginap nanti.
Berdasarkan kriteria pencarian hotel dan berbekal informasi
dari suami dan teman-teman tentang The Green Forest Resort & Wedding, saya
pun mulai browsing-browsing tentang hotel ini.
Berbagai ulasan dari blog, traveloka, agoda, tripadvisor dan
penyedia jasa booking hotel lainnya saya telusuri. Foto-foto di googlemaps juga tidak luput dari pantauan saya.
Setelah benar-benar yakin akan menginap di hotel tersebut,
saya lanjut memesan hotel sesuai tanggal yang diinginkan. Untuk tipe kamarnya,
dari hasil penelusuran, sepertinya paling cocok tipe Cottage untuk suasana menginap
romantis.
Beruntungnya, masih tersedia satu kamar tipe Cottage di
tanggal yang saya inginkan dan beruntungnya lagi harganya lumayan miring. Masih
masuk budget pastinya. Langsung book!
Dari lokasi sendiri, hotel ini cukup mudah dicari. Tinggal
mengikuti arahan google maps juga bisa. Gerbang masuknya persis di pinggir
jalan dengan posisi setelah Kampung Gajah dan sebelum Kampung Daun.
Setibanya di lobby hotel, kata-kata yang terucap dalam hati
adalah “Wow…hijau banget! Pantas namanya Green Forest”. Saat check-in di lobby,
dapat langsung dilihat lapangan hijau luas serta kapel segitiga cantik dengan posisi agak lebih di atas dari lapangan
hijau tadi. Ohiya, karena kami tidak bawa kendaraan pribadi, maka di perjalanan
kali ini tidak perlu leyeh-leyeh dulu setelah check-in karena badan pegal setelah menyetir. Kami tinggal duduk manis di
kereta dan di transportasi online. Setelah check-in tenaga masih full untuk langsung explore ke sekeliling hotel.
View dari Lobby The
Green Forest Resort & Wedding
Kebetulan saat saya menginap sedang ada acara employee gathering dari salah satu bank yang mengadakan acara di lapangan dekat lobby. Melihat kekhawatiran saya dan suami karena suasana ramai yang takutnya menggangu kenyamanan kami, petugas hotel menerangkan kalau posisi Cottage agak jauh dari lapangan, sehingga tidak perlu khawatir acara yang berlangsung akan mengganggu kenyamanan kami. Sebenarnya saat itu bukan kenyamanan saja yang saya khawatirkan, tapi saya ingin melihat kondisi lapangan tersebut yang kosong seperti apa. Pasti lebih cantik lagi.
Selesai check-in, kami diantar oleh petugas hotel menuju
kamar kami. Medan untuk mencapai Cottage lumayan naik-turun, tapi tidak terjal. Saat melewati medan yang naik dan turun, kami melewati tangga dari batu yang memang sudah disediakan
untuk memudahkan tamu berpijak.
Saat memasuki kamar, kami sudah disambut oleh angsa-angsa cantik ini. Agak norak saat pertama kali lihat angsa-angsa ini, karena tahun lalu kami honeymoon di Jepang dengan kamar hotel standard. Prioritas kamar saat honeymoon tahun lalu adalah yang penting terjangkau dan nyaman. Jadi tidak ada yang namanya hotel honeymoon kami dihias angsa-angsa seperti ini.
Setelah puas ber-norak-ria dengan memfoto si angsa-angsa
cantik ini, kami pun mulai explore ke sekeliling hotel. Kebetulan suasananya agak
mendung, sehingga biarpun kami explore hotel di jam 2 siang, panas matahari
tidak terlalu terik. Kebetulan juga malam harinya akan dilangsungkan pesta
pernikahan di kapel. Kebayang kan, pasti kapelnya akan dihias dengan cantiknya.
Kolam Renang yang Posisinya
Bersebelahan dengan Kapel
Posisi Kolam Renang Ada di Belakang Pelaminan
Restoran Kampoeng Awi adalah tempat
sarapan kami yang dibuka juga untuk umum. Lagi-lagi lapangan hijau membentang.
Jembatan Goyang yang
Posisinya Persis di Bawah Kamar Kami
Properti di Taman Kardus ini benar-benar terbuat dari kardus loh. Mulai dari meja, kursi, hingga lampu gantungnya. Tentunya lampu gantung tersebut hanya pajangan dan tidak bisa dinyalakan :)
Kesan selama kami menginap di sini:
- Banyak tempat luas dan hijau. Cocok sekali jika membawa keluarga besar ke hotel ini. Apalagi anak-anak kecil yang sedang aktif-aktifnya bermain pasti suka karena bisa berlarian sepuasnya di lapangan.
- Banyak sekali spot foto di hotel ini. Sekali lagi, banyak banget spot fotonya... Yang hobby selfie pasti suka menginap di sini.
- Di samping kapel yang berhias dengan cantiknya karena ada acara pernikahan, ternyata acara pernikahan tersebut cukup mengganggu kenyamanan tidur saya. Bukan karena kebisingan acaranya, tetapi karena letak kamar saya berada di bawah kamar pengantin yang sedang mempersiapkan pernikahan. Ohiya, meskipun tipe kamar yang kami tempati adalah Cottage, tapi Cottage itu terdiri dua lantai, ada kamar yang di atas dan ada yang di bawah. Dari siang hingga menjelang tidur, suara berisik langkah kaki yang terkesan selalu terburu-buru terdengar hingga ke kamar saya dan cukup mengganggu. Awalnya saya mau protes ke pihak hotel, karena saya tidak kunjung bisa tidur mendengar suara langkah kaki tamu di atas, tapi kok ya suami saya di sebelah bisa tidur dengan pulasnya. Mungkin pendengaran saya saja yang sedang sensitif jadi berisik sedikit saja sudah mengganggu.
Jika ada kesempatan, apakah saya akan menginap lagi di hotel ini? Tentu saja...mau dong. Meskipun tidur saya cukup terganggu karena cerita di atas, tidak menyurutkan semangat saya untuk merekomendasikan hotel ini ke keluarga dan orang sekitar. Rasanya suasana hijau, nyaman dan menyegarkan terlalu sayang untuk tidak dibagikan :)
Salam,
Nita









No comments:
Post a Comment