Christmas is coming…. Di tulisan kali ini saya mau share
tentang euphoria Natal di tahun 2017 ini. Segala kehebohan dan segala ingin ini
ingin itu untuk menyambut Natal nanti. Natal kali ini terasa lebih spesial
untuk saya. Sebenarnya momen Natal setiap tahunnya pasti spesial, tapi Natal
tahun ini lebih spesial lagi. Kenapa? Karena saya dan suami sudah tinggal di
rumah sendiri. Hore….
Tahun lalu kami merayakan Natal di rumah orang tua suami dan
tahun-tahun sebelumnya saat belum menikah, kami merayakan Natal di rumah orang
tua masing-masing. Yang membuat spesial bukan karena kami bisa merayakan Natal
berdua saja, karena yang namanya momen Natal memang paling pas dirayakan
bersama keluarga besar. Yang berbeda dari Natal kali ini adalah karena kami bisa menghias rumah
kami sendiri.
Dulu saat masih tinggal dengan orang tua, pohon Natal dan
pernak-pernik Natal lainnya hampir semua telah tersedia. Kalau mau
menambah pernak-pernik tertentu lebih karena pernak-pernik yang lama sudah usang atau
hilang entah disimpan di mana. Nah... saat ini, kami tidak punya ornamen Natal
sama sekali. Saya pikir, inilah saatnya menggunakan imajinasi dan kreativitas
kami untuk menghias rumah.
Karena kami sudah tinggal di rumah sendiri dan ini adalah
Natal pertama di rumah kami, maka bermunculan ide-ide ingin ini ingin itu
banyak sekali… :) Yang pasti, harus ada pohon Natal. Ukuran pohon Natalnya
kecil saja, karena rumah kami juga tidak besar. Jangan sampai rumah kami tambah
sempit karena ada pohon Natal yang ukurannya kurang pas di rumah kami. Saya ingin
ada Christmas Wreath juga yang digantungkan di pintu depan dan pintu menuju
dapur. Wall Shelf juga ingin dihias dengan Garland beserta pernak perniknya.
Belum lagi ingin ada pohon Natal yang lebih kecil lagi untuk ditaruh di meja
TV. Hmm…banyak maunya kan :)
Ohiya, mungkin masih ada yang belum tahu apa itu Christmas
Wreath dan Christmas Garland. Untuk gambarnya nanti bisa dilihat di bagian bawah. Sedikit penjelasan, Christmas Wreath adalah benda yang digantung
di pintu. Biasanya bentuknya lingkaran dan terbuat dari untaian daun dengan
hiasan pernak-pernik natal di sekeliling lingkaran tersebut. Kalau Christmas
Garland, bentuknya berupa untaian daun yang membentang dan berhiaskan
pernak-pernik Natal di sepanjang untaian tersebut. Biasanya Christmas Garland
dipasang membentang di pegangan tangga rumah, atau ada juga yang dibentangkan
di sekeliling meja atau pinggiran lemari dan furniture lainnya.
Setelah heboh ini itu, untuk
mewujudkannya muncul dua opsi. Apakah akan membuat sendiri pernak-pernik Natal
tersebut atau beli jadi saja. Buat sendiri sih lebih seru, apalagi sekarang
banyak tutorial membuat pernak-pernik Natal yang bisa dilihat di Pinterest.
Tapi apakah saya punya cukup waktu untuk membuat sendiri segala pernak-pernik
Natal tersebut? Kebetulan saya dan suami sama-sama bekerja. Waktu libur hanya
di Sabtu dan Minggu. Di waktu libur tersebut pun kami jarang full ada di rumah.
Kalau tidak mengunjungi orang tua, biasanya ada acara kondangan atau kumpul
dengan teman. Mengerjakan di hari kerja setelah pulang kantor? Rasanya lebih
mustahil lagi. Tumpukan pakaian untuk dilipat saja hanya jadi wacana dan
ujung-ujungnya baru bisa dikerjakan saat libur. Tetapi saya tetap ingin coba
untuk membuat sendiri beberapa pernak-pernik. Selain asumsi kalau beli yang
sudah jadi pasti mahal, sepertinya seru juga kalau bisa buat sendiri. Oke… saya
putuskan akan coba buat Christmas Wreath dan Christmas Garland. Sedangkan untuk
pohon Natal, saya akan beli saja. Memang belum berniat untuk membuat pohon
Natal sendiri sih:)
Pertama-tama, saya tentukan dahulu tema warna yang akan
saya pakai untuk dekorasi Natal di rumah. Pilihan warna untuk dekorasi Natal
cukup banyak. Karena Natal merupakan momen bahagia yang memperingati hari kelahiran Yesus, warna-warna cerah apa pun sebenarnya pas-pas saja untuk
dipakai sebagai tema warna Natal. Berbekal dari pencarian di Pinterest, saya
lihat terdapat beberapa tema yang banyak dipakai. Yang pasti adalah tema warna
merah-hijau. Sepertinya ini sudah jadi warna yang umum dipakai saat Natal.
Selain merah-hijau, saya juga lihat kombinasi warna perak-emas yang sepertinya cantik
juga. Akhirnya saya putuskan untuk memilih tema warna perak-emas. Tentunya
tanpa melupakan warna khas Natal yaitu merah-hijau. Warna hijau sudah pasti
saya gunakan sebagai warna dasar, baik di pohon Natal, wreath dan garland-nya.
Kemudian akan saya berikan sentuhan sedikit warna merah juga.
Peralatan dan bahan-bahan dekorasi saya beli di Carrefour
dan Gramedia. Cukup banyak juga pilihan yang disediakan di dua tempat tersebut.
Berikut barang-barang yang saya dapatkan:
1. Tinsel Hijau Putih
Rencananya tinsel ini akan saya pakai untuk membuat Christmas wreath karena warna dan motifnya sudah mirip daun hijau yang terkena sedikit salju di ujungnya.
2. Tinsel Hijau dengan
Corak Merah
Tinsel ini rencananya akan saya jadikan Christmas Garland
yang akan menghiasi area wall shelf di ruang tamu.
3. Baubles
4. Pita Perak dan Emas
Pita-pita ini akan saya gunakan untuk menghias pohon Natal, Garland, dan Wreath. Untuk menghias pohon Natal, saya sengaja tidak menggunakan tinsel dengan harapan agar pohon Natal tidak terlalu heboh, tetap simple dan cantik.
5. Hiasan Pita Jadi untuk Wreath
Hiasan ini saya beli dalam bentuk sudah jadi. Saya pilih model ini karena ini yang paling murah :)
6. Lonceng Emas
Lonceng emas ini akan saya taruh di pucuk pohon Natal mini.
7. Bintang Perak
Bintang perak ini akan saya taruh di pucuk pohon Natal nanti.
8. Daun-daunan
Daun-daunan ini akan saya apakai untuk membuat garland, wreath
atau dekorasi lain yang belum terpikirkan :)
9. Ornamen Buah Mistletoe
Merah
Ornamen buah ini rencananya akan saya pakai untuk
memperindah wreath atau garland.
Setelah merangkai bahan-bahan yang ada, beginilah jadinya hiasan Natal yang saya buat...
1. Christmas Wreath yang digantung di pintu dapur
2. Christmas Wreath yang digantung di pintu luar
3. Hiasan dari sisa bahan yang kemudian saya gantung di pintu kamar utama
Ini penampakan ruang tamu setelah dihias. Tema perak emasnya tidak terlalu terlihat ya. Kurang ramai sepertinya :). Jujur saja, rasanya masih ingin tambah ini tambah itu supaya lebih ramai suasanyanya. Tapi kalau dihias lebih ramai lagi takut jadinya berkesan sempit.
Ohiya, yang namanya Christmas Garland adalah rangkaian menjuntai yang ada di wall shelf, di bawah pohon Natal mini.
Bagian pojok rumah juga tidak luput untuk dihias, meskipun tidak terlalu banyak hiasan karena bahan untuk menghias juga sudah habis :).
Untuk yang penasaran berapa budget yang saya keluarkan untuk dekorasi Natal kali ini, berikut saya berikan bocoran budget-nya:
1. Christmas Wreath yang digantung di pintu dapur
2. Christmas Wreath yang digantung di pintu luar
3. Hiasan dari sisa bahan yang kemudian saya gantung di pintu kamar utama
Penampakan Ruang Tamu
Ini penampakan ruang tamu setelah dihias. Tema perak emasnya tidak terlalu terlihat ya. Kurang ramai sepertinya :). Jujur saja, rasanya masih ingin tambah ini tambah itu supaya lebih ramai suasanyanya. Tapi kalau dihias lebih ramai lagi takut jadinya berkesan sempit.
Ohiya, yang namanya Christmas Garland adalah rangkaian menjuntai yang ada di wall shelf, di bawah pohon Natal mini.
Pojok Rumah
Bagian pojok rumah juga tidak luput untuk dihias, meskipun tidak terlalu banyak hiasan karena bahan untuk menghias juga sudah habis :).
Untuk yang penasaran berapa budget yang saya keluarkan untuk dekorasi Natal kali ini, berikut saya berikan bocoran budget-nya:
Mahal tidaknya budget yang saya keluarkan menurut saya relatif. Tapi kepuasan dari proses merangkai bahan dan menata peletakkan ornamen Natal sendiri, itu yang tidak ternilai.
Sedikit tips untuk yang berniat menghias rumah dengan suasana Natal:
Salam,
Nita
Sedikit tips untuk yang berniat menghias rumah dengan suasana Natal:
- Tentukan tema warna. Hal ini penting, supaya kita tidak asal beli bahan untuk menghias tapi menyesal kemudian karena paduan warnanya kurang pas.
- Buat daftar ornamen apa saja yang akan dibuat beserta bahan yang diperlukan.
- Sempatkan untuk melakukan perbandingan harga. Hal ini yang membuat saya membeli bahan untuk menghias dari 2 tempat, yaitu Gramedia dan Carrefour.
Salam,
Nita

















